

Pariwisata di daerah Bali merupakan sektor paling maju dan berkembang, tetapi masih berpeluang untuk dikembangkan lebih modern lagi. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata sejarah maupun wisata budaya. Wisata alam, misalnya meliputi 47 obyek wisata, seperti panorama di Kintamani, Pantai Kuta, Legian, Sanur, Tanah Lot, Nusa Panida, Nusa Dua, Karang Asem, Danau Batur, Danau Bedugul, Cagar Alam Sangieh, Taman Nasional Bali Barat,dan Taman Laut Pulau Menjangan.
Wisata budaya meliputi 83 obyek wisata, seperti misalnya wisata seni di Ubud, situs keramat Tanah Lot, upacara Barong di Jimbaran dan berbagai tempat seni dan galeri yang sekarang banyak bermunculan di beberapa tempat di Pulau Bali. Obyek wisata budaya ini sangat berkembang pesat, apalagi banyak karya seni yang dihasilkan oleh pelukis dan pematung dari Bali. Harga lukisan dan patung buatan Bali, harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, ada beberapa pelukis bule yang sudah lama menetap di Bali, seperti Mario Blanko, Arie Smith, Rudolf Bonner dan sebagainya.
Begitu pula dengan wisata sejarah, dapat dilihat berbagai peninggalan sejarah beberapa kerajaan seperti Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Potensi obyek wisata di Bali yang telah menyumbang devisa negara dan pendapatan asli daerah Bali, sebenarnya masih potensial untukdikembangkan lebih maju lagi. Kota Denpasar yang strategis dan memiliki fasilitas cukup baik dalam hal jasa perdagangan, serta punya bandar udara internasional, harus dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pelayanan pariwisata dan perdagangan internasional.
Data wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada 1997, menurut BPS, mencapai 1.230.316 orang. Pada 1998, jumlah wisatawan asing agak menurun, yakni hanya 1.187.153 orang atau turun 3,51% dibandingkan 1997. sedangkan jumlah wisatawan domestik pada 1998 diperkirakan mencapai 300.000 orang. Para wisatawan itu berasal dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat , Kanada, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Australia, Inggris, Jerman, Perancis, Thailand, dan sebagainya. Jumlah hotel di seluruh Bali sampai 1998 ada sekitar 90 unti, dengan kapasitas kamar sebanyak 14.626 buah. Selain keindahan panoramanya, daya tarik pariwisata Bali antara lain juga dipengaruhi oleh kekhasan kesenian dan kebudayaannya, termasuk ritual agama Hindhu yang dianut mayoritas orang Bali, serta keramahan masyarakat di sana.
Sejak pertengahan 1980-an, di Bali mulai berkembang wisata jurang dan lembanh sungai. Salah seorang perintis wisata jurang ini adalah I Wayan Munut, yang membeli tanah di tepi jurang, untuk selanjutnya dibangun sebuah bungalow. Kemudian hal ini menjadi ngetrend di Bali hingga sekarang ini. Harga tanah yang pada awal 1980 di daerah lembah atau jurang ini hanya Rp 125.000-175.000 per are. Kini harga tanah jurang sudah mencapai ratusan juta rupiah per are. Ternyata banyak wisatawan mancanegara yang gemar (menggemari) wisata jurang, lembah, dan sungai ini.
Tempat hunian yang sekarang digemari wisatawan asing di Bali adalah Hotel yang dibangun di lereng-lereng tebing atau jurang, yang memberikan suasana magis bagi para penghuninya. Kalau pada 1970 hingga 1980-an, hotel tau losmen di tepi pantai yang mereka gemari, sekarang sudah berubah. Banyak wisman lebih senang menyepi atau menikmati wisata spiritual. Karena indahnya berbagai obyek pariwisata di Bali itu, citra (image) Bali lebih terkenal daripada Indonesia, di mata orang asing. Dan ini artinya dollar masih terus mengalir ke Pulau Dewata.
Catatan :
Kunjungan Wisatawan Ke Bali tembus 2,1 juta
Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali pada 2009 diyakini menembus angka 2,1 juta orang atau melampaui target yang hanya 1,8 juta orang.
“Kunjungan wisatawan dari Januari hingga Oktober 2009 telah mencapai 1,9 juta orang. Prediksi saya hingga akhir tahun ini mencapai 2,1 juta,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu pada keteranganya di Denpasar, Senin.
Ia menegaskan bahwa angka 2,1 juta sangat mungkin tercapai melihat tingkat kunjungan wisatawan ke Bali yang terus meningkat. Indikator lain yang dapat dijadikan acuan adalah tingkat hunian hotel yang kini rata-rata mencapai 85 persen.
“Bahkan menjelang liburan akhir tahun beberapa hotel, terutama di kawasan Sanur, Nusa Dua dan Kuta telah mengalami penuh pesanan sehingga mereka terpaksa menolak pemesanan baru,” ujarnya.
Menurutnya, satu permasalahan yang kini masih menjadi kendala dalam pengembangan pariwisata Bali adalah distribusi wisatawan yang terpusat di Bali selatan. Padahal wilayah Bali utara, seperti Buleleng dan Bali timur, seperti Karangasem masih banyak memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan wilayah selatan.
Ia optimis Bali akan tetap menjadi salah satu tempat wisata favorit, baik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Hanya saja Bali perlu menjaga keamanan dan juga berusaha untuk melakukan perbaikan terhadap paket wisata dan tujuan yang akan ditawarkan.
“Di sisi lain juga masih perlu adanya perbaikan infrastruktur sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman selama berlibur di Bali,” katanya.
Dia mengungkapkan, tidak saja jumlah wisatawan mancanegara yang terus meningkat ke Bali, tetapi jumlah kunjungan wisatawan domestik. Secara rata-rata jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali pertahunnya mencapai 2 juta.
Pada tahun-tahun mendatang jumlah kunjungan wisatawan domestik dipastikan akan meningkat hingga dua kali lipat. Menyinggung target promosi di 2010, ia menyataakan tetap fokus untuk menggarap pasar-pasar potensial, seperti Australia dan Jepang. Tingkat kunjungan wisatawan Australia dan Jepang diprediksi tetap akan mendominasi wisatawan ke Bali.
“Masih banyak warga Australia dan Jepang yang belum mengetahui Bali dan mereka ingin datang ke Bali,” katanya.
Selain pasar Australia dan Jepang juga masih terdapat pasar Asia yang harus digarap dengan maksimal. Salah satunya wisatawan China. “Khusus untuk kawasan Asean, Malaysia merupakan pasar yang sangat potensial, sebab tingkat kunjungan wisatawan negara tetangga itu dari segi jumlah kini menduduki peringkat lima besar,” katanya.
ant/isw
Sumber :
http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=3013&Itemid=1581
http://www.solopos.com/2009/channel/nasional/kunjungan-wisatawan-ke-bali-tembus-21-juta-10634
28 Desember 2009
Sumber Gambar :
http://kemoning.info/blogs/wp-content/uploads/2009/11/bali_tanah-lot.jpg
http://www.indonesia-tourism.com/bali/map/bali-map-high.png